Ikuti Ritual Naik Sidi, 27 Remaja HKBP Basuh Kaki Kedua Orangtuanya

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM, BATAM – Ritual pembasuhan kaki adalah ritual dalam Perjanjian Baru. Bukan ibadah lahiriah yang dilakukan dengan symbol-symbol, bukan juga sekedar ritual atau kewajiban agama seperti dalam Perjanjian Lama.

Pembasuhan kaki diawali oleh Pendeta Marudut Simanjuntak, Pdt.Simon Perez Hutapea dan Bibelbrouw Jelita Marpaung terhadap 27 peserta sidi. Kemudian dilanjutkan peserta sidi kepada kedua orang tuannya.

Read More
Mauren Silitonga membasuk kaki kedua orangtuanya

Ritual pembasuhan kaki pada hakekatnya bermakna semua pengikut atau murid – murid Yesus yang harus berlomba untuk merendahkan diri dalam melayani Tuhan dan sesama, mengakui dosa dan mohon pengampunan kepada Tuhan, saling mengasihi satu dengan yang lain. Yang kesemuanya itu untuk membangun persekutuan pribadi dengan Allah, dan Itulah gaya hidup pengikut Kristus yang sejati.

Dalam kotbah yang disampaikan oleh
Pdt. Marudut Simanjuntak mengatakan bahwa, dalam rangkain pembasuhan kaki oleh peserta sidik kepada orang tua melambangkan peran Yesus ketika dia akan menjalani kematian.

“Kasih Yesus dikorbankan bukan untuk satu agama atau golongan saja tapi buat seluruh dunia,” kata Marudut, Sabtu (12/6/2021) sore di gereja HKBP Batam Center.

Bibelvrouw Jelita Marpaung basuh kaki peserta sidi

Mencontohkan kaki kotor yang dibasuh Yesus. Ia melepas jubahNya, pakaian kehormatan sebagai symbol orang yang dikasihi dan dihormati. Ia hanya mengenakan kain yang dililitkan pada pinggang-Nya, layaknya hamba atau budak yang siap membasuh kaki tuannya. Sikap merendahkan diri inilah makna pertama ajaran pembasuhan kaki.

Lanjut Pendeta Marudut, ajaran keteladanan untuk merendahkan diri dalam melayani Tuhan dan sesama. Sikap ini tidak mudah dilakukan ketika manusia terbelenggu sikap egois, angkuh, sombong, merasa diri benar, merasa diri berkuasa dan mudah meremehkan yang lain. Ungkapnya.

Pdt.Simon Perez Hutapea saat basuh kaki peserta sidi

Belasan kaum remaja Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Batam Center terlihat serius membasuh kaki kedua orangtua di depan altar gereja.

Pembasuhan kaki ini sebagai pembuktian bahwa mereka siap memasuki usia dewasa.

“Anak-anak yang akan naik sidi inip mendewasakan iman mereka. Artinya, kaum remaja tersebut sudah dewasa dalam iman, pemikiran dan tindakan,” pungkasnya.

Editor : Nikson Juntak

 

Related posts

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Telisiknews.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.