Terdakwa Riki Lim Divonis Lepas, Pelapor Pengerusakan Pagar akan Lapor KY

Terdakwa Riki Lim saat mendengar putusan Onslag dari Hakim David Sitorus. (Nik).

TELISIKNEWS.COM, BATAM – Pengadilan Negeri Batam dibawah pimpinan Bambang Trikoro melepaskan 2 terdakwa, Riki Lim Direktur PT Glory Point dan Roma Nasir Hutabarat Direktur Batam Riau Bertuah (BRB), masing -masing di kasus pengerusakan pagar dan tembok milik Luvkin Conitra dan penipuan pengelapan sisa uang konsumen bayar AjB dan BPHTB.

Atas hal itu, Luvkin akan melaporkan para hakim tersebut ke Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) serta ke Komisi Pembrantas Korupsi (KPK).
Jaksa Tuntut Direktur PT Glory Point Riki Lim 1 Tahun 6 Bulan Penjara dan Perintah Ditahan

Bacaan Lainnya

Setelah baca putusan khususnya halaman (29 alenia terakhir dan 30 alenia pertama ), Terdakwa Riki Lim terlah terbukti dan memenuhi unsur maka terdakwa harusnya dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan nelakukan perbuatan sesuai dengan dakwaan.

“Pada prinsipnya saya melihat dan menemukan kejanggalan-kejangalan pada pertimbangan hakim yang pada intinya menyatakan tindak pidana terbukti sesuai dakwaan tapi bukan merupakan pidana,” kata Luvkin Conitra pada Telisiknews.com, Selasa (14/5/2024) di Batam.Center.

“Saya sangat menyayangkan hakim yang menyatakan perbuatan Terdakwa bukan pidana, padahal di persidangan Terdakwa sudah mengakui perbuatan dan sampai saat ini tidak ada perdamaian. Kalau Hakim bilang perusakan pagar itu masuk perdata kan aneh,” sambung Luvkin Conitra.

Terkait putusan yang dijatuhkan terhadap terdakwa Riki Lim ini jadi Onslag, Luvkin berharap agar hukum dan keadilan bisa ditegakkan seadil-adilnya. Jangan karena sesuatu, hukum itu ditumpulkan pada orang yang memiliki uang banyak.

“Kami berharap, nantinya Bawas MA dan KY serta KPK bisa melakukan investigasi terhadap majelis hakim yang kami rasa tidak memberikan putusan yang mencerminkan keadilaan bagi para korban dan masyarakat umum,” ujar Luvkin kecewa.

Terdakwa Roma Nasir Hutabarat Divonis Lepas.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ir. Petra Tarigan M.T selaku mediator para korban konsumen Ruko Bida Trade Center (BTC) Tanjung Piayu dari PT Batam Riau Bertuah. Diterangkan Petra bahwa para korban tidak puas ketika Roma Nasir Hutabarat divonis lepas dari segala tuntutan hukum (onslag van rechtavervolging).

Petra Tarigan mengatakan bahwa mereka akan menyiapkan upaya hukum terhadap keputusan hakim yang menyidangkan perkara tersebut hingga ke Komisi Yudisial (KY).

“Secara subjektif akan melaporkan ke Komisi Yudisial atas dasar kejanggalan putusan bebas, walaupun sudah dissenting opinion (DO),” tegasnya.

Selain melaporkan ke KY, pihaknya juga akan memohon penerbitan memori kasasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

“Kami akan bermohon ke Kejari Batam untuk menerbitkan memori kasasi tembusan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dasar putusan lepas atau Onslag, karena kita tidak bisa upaya banding akan tetapi masih ada upaya hukum,” ujar Petra.

Waka PN Tiwik dan Humas Welly saat menerima kedatangan korban PT Batam Riau Bertuah (mir).

Bahkan, pihak para konsumen Ruko BTC itu berencana melaporkan putusan hakim ke Inspektorat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena mereka nilai ada kejanggalan.

“Kami juga akan menyurati dan bermohon ke Inspektorat KPK, karena bagi kami ada kejanggalan atas putusan hakim, biarlah KPK akan melihat, saya tidak akan mengatakan ada unsur-unsur, biarlah KPK yang akan memeriksa,” ucap Petra Tarigan.

Selain itu nantinya, para korban juga akan melakukan Eksaminasi amar putusan majelis hakim ke Mahkamah Agung (MA).

“Kami akan Eksaminasi amar putusan majelis hakim ke MA agar dua majelis hakim itu (Benny Yoga Dharma dan David Sitorus) dimoratorium untuk dibebas tugaskan sebagai hakim di Batam, agar tidak terjadi putusan-putusan seperti ini, ini sangat merugikan,” pungkas Petra.

Untuk diketahui dalam dua perkara ini, terdakwa Riki Lim melanggar Pasal 406 KUHP dan dituntut 1 Tahun 6 Bulan penjara. Sedangkan terdakwa Roma Nasir Hutabarat didakwa melanggar Pasal 378 KUHP juncto  Pasal 65 KUHPidana dan dituntut 1 tahun penjara.

Keluhan dan kedatangan para korban dari PT Batam Riau Bertuah ini diterima Wakil Ketua PN Batam Tiwik dan Jubir II,Welly Irdianto di ruangan Media Center PN Batam, Selasa (14/05/2024).

Pantauan media di PN Batam ini, dalam sehari dua putusan Onslag terjadi, Senin (13/5/2024) dengan dua anggota hakim yang sama. Kejadian putusan lepas ini pun terjadi sejak Bambang Trikora SH, M.Hum diangkat menjadi Ketua Pengadilan Negeri Batam mengantikan ketua sebelumnya Mashurie Effendie. (Nik).

Editor : Novi

Pos terkait

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Telisiknews.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.