Sidang Okto Anugerahman, Mantan Napi Kambuhan Peracit Obat Tanpa Izin Edar

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Dua saksi penangkap dari anggota Polri, hadir di persidangan untuk memberikan kesaksian terkait tindak pidana terdakwa Okto Anugerahman Isa Larosa, Rabu ( 31/10/ 2018) sore.

Menurut saksi, terdakwa Okto sudah dikenal sebelumnya karena pernah ditangkap di daerah Tanjung Piayu tahun 2018 dan divonis dengan kasus yang sama.

Read More

“Sebelumnya kami sudah kenal terdakwa karena pernah divonis dengan kasus yang sama. Terdakwa Okto ini baru beberapa Minggu keluar dari penjara dan kembali melakukan peracitan obat tanpa izin edar dari BPOM,” kata saksi penangkap.

Selanjutnya terdakwa ditangkap dari rumah yang dijadikan gudang untuk tempat meracit obat – obatan, tepatnya perumahan Botania Garden Cluster Saffron Blok C No.12 RT.03 RW.46 Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari dalam kamar yang dijadikan tempat penyimpanan barang – barang ditemukan obat – obat kuat dan sejenis lainnya, tidak memiliki izin edar dari Balai Pengawasan Obat Dan Makanan Di Batam (BPOM).

“Awalnya atas laporan masyarakat karena merasa resah atas kegiatan terdakwa yang sangat mencurigakan. Setelah itu, kami ke lokasi dan menangkap terdakwa dan membawa ke Polda Kepri. Semua obat yang diproduksi terdakwa tidak terdaftar dan tidak juga memiliki izin edar dari BPOM,” tuturnya.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut bahwa, terdakwa Okto Anugerahman Isa Larosa alias Oman dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan obat – obat farmasi dan alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Batam ( BPOM).

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Kata Jaksa Martua Ritongga.

Nikson Juntak

Related posts

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Telisiknews.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.