Joni Aniaya Istri Orang Lain, Cintanya Cristia Cinta Mati

Tergugat (baju biru) duduk di kursi pesakitan dan Cristia selaku korban dan pengacaranya duduk di meja tergugat. (Nik).

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Joni, warga Nagoya Kota Batam, dilaporkan ke Polisi. Dia diduga menganiaya kekasihnya, Ctistia, yang sudah bersuami gara-gara cemburu. Cinta Critia terbilang cinta mati dan sangat mencintai Joni yang notabene masih lajang.

Peristiwa itu terjadi Jumat, 2 Pebruari 2024. Berawal dari mereka sedang makan -makan serta minum di Foodcourt 168 Nagoya Batam. Setibanya kembali pulang sekitar pukul 02.20 wib, Cristia meminta diantarkan ke rumah Joni, dengan maksud ingin menjelaskan soal hubungan asmaranya kepada kedua orang tua Joni.

Bacaan Lainnya

Namun hal.itu ditolak oleh Joni, tapi akal Cristia terus berontak dengan menyuruh temannya mengantarkan ke rumah Joni. Didalam perjalanan itulah terjadi keributan antara Cristia dengan Joni. Korban atau Cristia sudah terlanjur sangat sayang pada Joni, namun keinginannya untuk jumpa orang tua ditolak oleh Joni.

Cristia pun ingin mencoba bunuh diri dengan membuka kaca pintu mobil yang sedang jalan dan mengeluarkan tubuhnya keluar. Dengan reflek tangan Joni menarik lengan baju Cristia dan menjepit lehernya ditangan kiri Joni.

“Itulah yang terjadi pak hakim bukan seperti yang diterangkan dalam BAP. Dia meminta ke rumahku untuk menemui orang tua ku namun saya tolak. Karena itu, saat dalam pulang, ia melakukan yang berbahya. Dengan refllek menarik lengan tangannya dan menjepit badanya dibawah kiri tangan saya. Disaat itulah kalung yang dipakainya melukai lehernya,” tutur Joni yang duduk sebagai tergugat dihadapan hakim tunggal Beni Yoga, Jumat (3/5/2024) sore di PN Batam.

Tidak puas sampai disitu, korban datang ke rumah Joni diantar oleh teman -temannya sekitar pukul 05.00 wib. Dan Cristia mengetuk pintu rumah, membuat orang yang sedang tidur jadi tergangu.

“Dia masih tetap beraikukuh ingin bicara sama orang tua, sementara kedua orang tuaku masih tertidur. Apa ini masih logis dan tidak menggangu orang lain?,” ujar Joni sambil bertanya pada hakim.

Joni mengakui kejadianya di rumahnya, jam 5 subuh diantar temanya ke rumah. Dan tdak ada melakukan penganiaya, bahwa dia yang mau bunuh diri dengan melakukan sayatan di tangannya dan buktinya ada.

“Ini bukti video dan fotonya saat dia melukai dirinya dengan melakukan sayatan ditangannya,” ujar Joni sambil menunjukkan video yang ada di handphonenya pada hakim Beni.

Selain itu, sudah sering juga diingatkan pada Cristia agar memakai baju dan celana yang sopan namun hal itu tidak di dengarnya

“Saya mengingatkan dia karena memakai baju terbuka dan seksi, dada dan paha terbuka,” kata Joni lagi.

Sementara, saksi Dikson yang merupakan suami dari Cristia dihadirkan dalam persidangan dan mengatakan bahwa tidak mengetahui adanya hubungan asmaranya dengan Joni.

Diterangkan Joni bahwa ia dengan Cristia baru bercerai dan tinggal menunggu surat cerainya keluar. Terkait kejadian ini, ia baru tahu setelah ada kiriman foto Cristia yang di kirim ke handphone.

“Jadi saya tidak mengetahui kejadian itu dan juga tidak tahu bahwa mereka menjalin hubungan asmara,” ungkap Dikson ayah satu anak ini hasil.perkawinannya dengan Cristia.

Sementara dalam persidangan ini ada hal yang aneh sebelum sidang dimulai. Dimana dalam perkara ini sebagai pengugat adalah pihak penangkap duduk di meja pengugat, sedangkan tersangka sebagai tergugat duduk di kursi pesakitan.

Hal itu terjadi karena meja yang seharusnya ditempati oleh tersangka sebagai tergugat ditempati oleh Jos Mangasi Simbolon selaku pengacara dari korban. Beruntung hakim Beni jeli, diawali dengan meninta surat kuasa dari pengacara korban, namun surat kuasa yang diberikan belum di relas dari pengadilan.

Hakim Beni mulai binggung dibuatnya, dan menyampaikan, ini perkara tergugat dan penggugat. Kok saudara dan korban duduk di meja tergugat ?. Tanya hakim Beni pada PH Jon Mangasi Simbolon.

Lalu hakim Beni menyuruh Jon Mangasi Simbolon dan korban agar meninggalkan meja tergugat dan kembali duduk di kursi penonton sidang.

“Saudara dan korban tidak seharusnya duduk disitu, itu meja buat tersangka sebagai tergugat. Kalau pun saudara Pengacara dari korban, duduk di kursi penonton sidang saja mendengar,kan,” kata hakim Beni pada Jon Mangasi Simbolon dan korban. (Nik).

Editor : Novi

Pos terkait

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Telisiknews.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.