Jelang Idul Adha Stok Sapi dan Kambing di Batam Kurang

  • Whatsapp
Kandang sapi milik Musofa di Batam (ist).

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini tengah merebak ke sejumlah hewan ternak, khususnya sapi potong, yang ada di Indonesia cukup membuat masyarakat resah.  

Pasalnya, sebentar lagi umat muslim akan menghadapi perayaan idul Adha, Tentu saja komoditas ternak hewan berkaki empat seperti sapi, domba, maupun kambing, akan banyak dicari orang untuk dijadikan hewan qurban. 

Read More

PMK) pada hewan ternak, khususnya sapi terus mendapat perhatian Kementerian Pertanian (Kementan).Terlebih, menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2022 yang identik dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban

Karena itu, semua stakeholder yang berkaitan harus terlibat menanggulanginya, agar masyarakat bisa tenang, dan permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat dan cermat.

Surat Edaran penghentian sementara pengiriman sapi dan kambing ke Batam dari Kuala Tungkal, Jambi sangat berdampak buat para pedagang dan peternak sapi potong di Batam. Pasalnya stok sapi dan kambing di Kota Batam berkurang alias menipis.

Penasehat Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Hewan Kota Batam Musofa mengatakan, penutupan sementara ini membuat para pedagang tidak bisa lagi mengirim hewan ke Kota Batam. Apalagi hewan ternak seperti sapi dan kambing yang ada di Batam semuanya didatangkan dari sejumlah daerah di Indonesia.

“Daerah kita ini bukan penghasil, tapi didatangkan dari daerah lain, seperti Lampung dan Jawa. Dengan penutupan sementara ini sehingga membuat stok sapi dan kambing di Batam menipis,” ujar Musofa, Selasa (17/5/2022). .

Disebutkan Musofa bahwa, kebutuhan sapi di Batam mencapai 2.000 ekor dan kambing 8.000 ekor setiap bulannya. Sedangkan stok saat ini hanya sekitar 250 ekor. IHal ini sangat di khawatir apabila tidak segera dicari jalan keluar, akan berdampak kepada ketersediaan hewan qurban di Batam.

“Mestinya harus ada suatu kebijakan pemerintah untuk menjembatani dari daerah yang tidak kena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Kita paham atas kebijakan pemerintah untuk menutup sementara pengiriman, namun kebutuhan stok kita jelang Iduil Adha harus dipikirkan,” pintanya.

Pemerintah, kata Musofa harus bisa dan mampu untuk memastikan bahwa hewan yang dikirim ke Kota Batam ini bebas dari PMK. Jika hewan-hewan yang dikirim ke Batam harus diberikan keterangan bahwa semua yang berkaki empat tidak berasal dari daerah yang positif terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Apabila hal ini sudah dapat dipastikan, maka di Batam juga harus ada tempat karantina selama 14 hari buat hewan-hewan yang didatangkan. Jika selama karantina tidak ada gejala PMK maka perlu dibuat label dan apabila terdapat gejala maka peternak harus siap juga untuk memusnahkan hewan tersebut,” tegasnya.

Musofa meminta adanya kebijakan dari gubernur maupun walikota untuk memfasilitasi ini sehingga hewan yang ada di Batam benar-benar sehat dan stok mencukupi.

Menurut Musofa, kebutuhan hewan kurban di Batam akan lebih banyak dibanding tahun kemarin. Apalagi setelah dibukanya pintu masuk dari Singapura dan negara tetangga lain, karena banyak pelanggannya dari negara tersebut yang sudah memesan kurban di Batam.

“Dua tahun Covid kebutuhan kita mencapai 2.000 ekor sapi, tahun ini di perkirakan 3.000 ekor sapi dan kambing 8.000 ekor,” pungkasnya (**)

 

Editor : Nikson Juntak

Related posts