Grand Central Hotel Pekanbaru Menginap, Kata Carolein Dianiaya Oknum Anggota DPRD Batam

  • Whatsapp
Bukti surat laporan polisi oleh Carolein (ist)

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Cinta hanya awalan manis yang kelak berakhir dengan tangis dan tragis. Sama hal nya dengan permen dan cokelat. Di awal kita terlena dengan manis dan aromanya, namun ujungnya berakhir dengan luka memar di lingkaran gusi.

Cinta pun tak jauh berbeda dengan permen dan cokelat, hanya indah di awal saja kemudian menggoreskan bekas luka yang permanen. Demikian halnya seperti cinta Carolein bersama AT anggota DPRD Kota Batam.

Read More
Diduga foto AT dan Carolein saat masih bersama dengan kemesraan (ist)

Menurut Carolein Parewang, AT kembali membujuk untuk bertemu di Hotel di Pekanbaru pada Sabtu (8/01 /2022). Sementara perseteruan antara AT dan Carolein masih belum selesai.

“Kami janjian ketemu di Pekanbaru untuk menyelesaikan masalah, dan kami menginap di Grand Central Hotel Pekanbaru,” kata Carolein.

Kedua dua insan ini pun bertemu, entah apa yang terjadi. Ada yang merasa kehilangan di saat rasa sayang sudah benar-benar mencapai titik kulminasi tertinggi di relung dada. Atau ada kata ” Engkau pergi tanpa bukti, di saat aku telah lelah menanti di ujung jalan yang telah kita sepakati”.

Namun, AT diduga murka setelah Carolein Parewang menolak untuk menyelesaikan masalah mereka, karena AT meminta syarat harus melakukan permohonan maaf kepada dirinya, keluarga besarnya dan juga Partai Nasdem yang membawanya duduk sebagai dewan di Kota Batam.

Carolein tidak serta merta menerima syarat tersebut, janji telah kau khianati, hingga hatiku tersakiti tujuh lapisan epidermis. Janji yang dulu pernah teruntai, tak terbukti. Mimpi hanya sebatas imajinasi. Aku yang tersengal-sengal membangun mimpi, kau sendiri yang malah pergi tanpa permisi.

“Saya dipaksa minta maaf sama dia, pada keluarganya dan juga Partai Nasdem. Sementara, dia yang menghianati dan ingkar janji dan membuang saya begitu saja dan pergi tanpa permisi,” ucap Carolein, Minggu (9/1/2022) malam.

Kepahitan yang harus dikunyah sudah di berada di luar kemampuan diri. Sakit yang di relung hati sudah tak mampu lagi dibantah. Sudah terseok-seok mengarungi cinta yang CP sendiri tak tahu akan berakhir seperti apa.

Carolein Parewang pun menolak, dan  AT diduga melakukan pemukulan dalam pertemuan di hotel Pekanbaru tersebut. Atas tindakan AT itu, Carolein mengalami luka bengkak di keningnya dan beberapa luka lecet di bagian tangan dan paha.

“Saya dipukul AT, dia yang minta jumpa kembali di Pekanbaru supaya masalah kami selesai dengan baik-baik. Namun malah pemukulan yang saya terima dari AT,”  ujar Carolein membalas pertanyaan media ini melalui whatshap nya.

Semua cerita dan cinta sudah terjadi. Walau sakit, tak akan ada satu pun memori yang akan terhapus. Biarkan semua kesedihan menjadi pelajaran hidup yang berharga untuk tidak mengulang menyakiti dan disakiti

Karena diperlakukan semena-mena oleh AT,  Carolein Parewang membuat laporan dan melaporkan AT ke Polisi dengan nomor: LP/B/23/I/2022/SPKT/Polsek Bukit Raya/Polresta Pekanbaru/Polda Riau. Unsur uang dilaporkan soal  tindak pidana UU Nomor 1, Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 351 KUHP.

“Laporan saya sudah diterima oleh Polisi dan sedang dalam proses pemeriksaan,” pungkas Carolein.

Sementara. Amintas Tambunan (AT) saat dikonfirmasi terkait hal ini melalui salulernya mengatakan bahwa, dia (Carolein P) membalikkan fakta.  Yang menganianya itu adalah Carolein P.

” Dia yang menganiaya dan membalikkan fakta,’ tulis Amintas Tambunan.

Terkait soal permintaan maaf, kata Amintas Tambunan itu kembali kepada kesadaranya sendiri.

“Minta maaf kesadaran sendirilah,” tegasnya. (***)

Editor : Nikson Juntak

Related posts