Dinkes Batam Bagi -bagi Masker Pencegahan ISPA Asap Kriman Karhutlah Riau

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Udara kota Batam saat ini sepertinya tidak bersahabat bagi kesehatan, atas adanya asap kiriman dari Karhutlah Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Kota Batam, dokter Didi Kusmaryadi S.PoG mengatakan bahwa,
himbaun dan upaya sudah dilakukan pemerintah untuk mencegah akibat dampak dari asap Karhutlah ini. Untuk tingkat pencemaran udara akibat Karhutlah ini, memakai indeks standar pencemaran udara (ISPU) dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH).

Bacaan Lainnya
Petugas kesehatan bagi masker ke pengendara

Menurutnya, dari pantauan beberapa hari ini kondisi angka ISPU stabil dibawah 100, artinya kondisi udara masih aman untuk kesehatan.

“Angka yang didapat sore hari tadi 14 September 2019 pukul 15.15 wib (hasil pengecekan langsung oleh BTKL Kemenkes, kadar ISPU di Perumahan Baloi Kolam, didapatkan angka ISPU 150 lebih. Artinya kondisi udara tidak sehat,” kata Didi pada Telisiknews.com, Minggu (15/9/2019) pagi.

Mendapatkan data ini Dinkes kota Batam segera membagikan masker ke lokasi Baloi Kolam, serta secara serentak membagikan di berbagai simpang lampu merah kepada seluruh puskesmas yang ada di wilayah kerja kota Batam.

Pembagian masker di simpang Batu Besar, simpang Sei Harapan, simpang Barelang, simpang Baloi BCs, simpang Batu Ampar dibantu oleh Kapolsek dan anggota lainnya. Total masker yang sudah didistribusikan sore dan malam hari ini sekitar 4000 PSC. Hal ini untuk mencegah infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Untuk pagi ini statusnya berdasarkan ISPU masih di bawah seratus. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara kita dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan kita setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari. Tutur dr. Didi.

Nikson Juntak

Pos terkait

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Telisiknews.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.