Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut, Dinkes Batam Sebarkan Surat Edaran, Ini Daftar Obat Sirup Ditarik BPOM

  • Whatsapp

TELISIKNEWS COM,BATAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam telah menyebarkan surat edaran kepada seluruh apotek dan fasilitas kesehatan, untuk menghentikan penjualan obat sirup, sesuai dengan keputusan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan RI untuk mencegah terjadinya kasus gagal ginjal akut.

“Kami sudah menyebarkan himbauan pemerintah pusat ke puskesmas dan apotik serta fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Batam, terkait obat sirup yang menjadi penyebab gagal ginjal akut tersebut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, S.pOG, Selasa (8/10/2022) siang kepada Telisiknews.com.

Read More

Hal yang sama juga dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Botani, dr Harri Fajri Zisoni mengatakan bahwa himbaun pemerintah tersebut sudah diterima dan telah dijalankan.

“Sudah terima himbauan itu an telah kami jalankan untuk menimalisir obat sirup yang dilarang pemerintah untuk beredar,” ujar Harri.

Sementara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyetop izin edar sirup obat dari tiga perusahaan yakni produksi PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries dan PT Afi Farma.

Dimana dari ketiga perusahaan tersebut, dilansir dari detik health menyatakan bahwa ditemukan memakai bahan baku pelarut Propilen Glikol dan produk jadi mengandung cemaran etilen glikol (EG ) yang melebihi ambang batas aman. Bahan tersebut diduga kuat menjadi pemicu ratusan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia.

Data terakhir dari Kementerian Kesehatan RI hingga Minggu (6/11/2022), Indonesia mencatat total 324 kasus gagal ginjal akut dengan 195 pasien di antaranya meninggal dunia dan sebanyak 102 pasien dinyatakan sembuh.

“Berdasarkan hasil investigasi, BPOM menetapkan sanksi administratif dengan mencabut sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk sediaan cairan oral nonbetalaktam dan izin edar sirup obat yang diproduksi ketiga industri farmasi tersebut,” tulis pihak BPOM melalui laman resminya, Senin (7/11/2022).

Inilah daftar sirup Obat PT Afi Farma yang dicabut izin edarnya oleh BPOM RI:

1. Afibmarol (Drops, Dus 1 Botol @ 15 mL)

2. Afibmarol (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

3. Afibmarol Rasa Anggur (Sirup, Dus 1 Botol @ 60 mL)

4. Afibmarol Rasa Apel (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

5. Afibmarol Rasa Jeruk (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

6. Afibmarol 250 (Sirup, Dus 1 Botol plastik @60 mL)

7. Afibmarol 160 (Sorup, Dus 1 Botol @ 60 mL)

8. Afictrin (Sirup, Dus 12 Botol plastik @ 10 mL)

9. Ambroxol HCl (Sirup, Botol plastik @ 60 mL)

10. Antasida Doen (Suspensi, Botol plastik @ 60 mL)

11. Antasida Doen (Suspensi, Dus 1 Botol plastik @60 mL)

12. Brocoxin (Suspens, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

13. Cetirizine Hydrochloride (Sirup, Botol plastik @ 60 mL)

14. Cetirizine Hydrochloride (Sirup, Dus, 1 Botol plastik @ 60 mL)

15 Chloramphenicol Palmitate (suspensi, Botol plastik @ 60 mL)

16. Coldys Jr (Suspensi, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

17. Coldys Jr Forte (Suspensi, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

18. Domino (Drops, Dus 1 Botol @ 10 mL)

19. Domino (Suspensi, Botol plastik @ 60 mL)

20. Domperidone (Drops, Dus 1 Botol @ 10 mL)

21. Domperidone (Suspensi, Botol plastik @ 60 mL)

22. Ecomycetin (Suspensi, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

23. Fumadryl (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

24. Fumadryl (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 100 mL)

25. Gastricid (Suspensi, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

26. Ibuprofen (Suspensi, Botol plastik @ 60 mL)

27. Ibuprofen (Suspensi, Dus 1 Botol Plastik @ 60 mL)

28. Obat Batuk Hitam (Sirup, Botol plastik @ 100 mL)

29. OBH Afi (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 125 mL)

30. OBH Afi Rasa Lemon (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 100 mL)

31. OBH Afi Rasa Mint (Sirup, Botol plastik @ 100 mL)

32. Paracetamol (Drops, Dus 1 Botol @ 15 mL)

33. Paracetamol Rasa Anggur (Sirup, Botol plastik @ 60 mL)

34. Paracetamol Rasa Anggur (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

35 Paracetamol Rasa Apel (Sirup, Botol plastik @ 60 mL)

36. Paracetamol Rasa Apel (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

37. Paracetamol Rasa Jeruk (Sirup, Botol plastik @ 60 mL)

38. Paracetamol Rasa Jeruk (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

39. Paracetamol Rasa Mint (Sirup, Dus Botol 60 mL)

40. Paracetamol Rasa Mint (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

41 Paracetamol Rasa Strawberry (Sirup, Botol plastik @ 60 mL)

42. Paracetamol Rasa Strawberry (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

43. Resproxol (Drops, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

44. Resproxol (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

45. Vipcol (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

46. Zinc Go (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

47. Zinc Go Forte (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

48. Zinc Sulfate Monohydrate (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

49. Zyleron (Sirup, Dus 1 Botol plastik @ 60 mL)

Daftar Sirup Obat Produksi PT Universal Pharmaceutical Industries yang dicabut izin edarnya:

1. Antasida DOEN (Suspensi, Botol @ 60 mL)
2. Fritillary & Almond Cough Mixture (Sirup, Dus, 1 Botol @ 100 mL)
3. Glynasin (Sirup, Dus, 1 Botol @ 60 mL)
4. New Mentasin (Sirup, 1 Botol plastik @ 110 mL)
5. New Mentasin (Sirup, 1 Botol plastik @ 60 mL)
6. Unibebi Cough Syrup ( Sirup, Dus, 1 Botol plastik @ 60 mL)
7. Unibebi Cough Syrup Rasa Jeruk (Sirup, Dus, 1 Botol plastik @ 60 mL)
8. Unibebi Demam (Drops, Dus, 1 Botol @ 15 mL)
9. Unibebi Demam (Sirup, Dus, 1 Botol @ 60 mL)
10. Unidryl (Sirup, Dus, Botol @ 60 mL)
Uniphenicol (Suspensi, Dus, 1 Botol @ 60 mL)
11. Univxon (Sirup, Dus @ 15 mL)
12. Uni OBH (Sirup, Botol @ 100 mL)
13. Uni OBH (Sirup, Botol @ 300 mL)

Daftar Sirup Obat Produksi PT Yarindo Farmatama yang dicabut Izin Edarnya:

1. Cetirizine HCI (Sirup, Dus, 1 Botol @ 60 mL)
2. Dopepsa (Suspensi, Dus, Botol @ 100 mL)
3. Flurin DMP (Sirup, Dus, Botol plastik @ 60 mL)
4. Sucralfate (Suspensi, Dus, 1 Botol @ 100 mL)
5. Tomaag Forte (Suspensi, Dus, 1 Botol @ 100 mL)
6. Yarizine (Sirup, Dus, 1 Botol @ 60 mL)

Editor : Nikson Juntak

Related posts

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Telisiknews.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.