Apartemen Indah Puri Sekupang Rata dengan Tanah, Penghuni Gugat PT Guthrie Jaya Indah Island Resort di PN Batam

WNA atau penghuni Apartemen Indah Puri Sekupang saat di PN Batam bersama kuasa hukumnya (nik)

TELISIKNEWS.COM,BATAM РSebanyak 24 dari ratusan penghuni apartemen Indah Puri  Sekupang, Batam, Kepulauan Riau menggugat pengelolah yakni PT Guthrie Jaya Indah Island Resort ke Pengadilan Negeri Batam. Karena perbuatan penghancuran unit Apartemen Indah Puri tanpa landasan hukum atau melawan hukum.

Penghuni Apartemen yang didominasi Warga Negara Asing (WNA) itu mengaku sangat dirugikan oleh pihak pengelolah yang merobohkan seluruh apartemen hanya karena masa UWTO nya habis dan belum di perpanjang.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat rugi atas tindakan ceroboh yang dilakukan pihak pengelolah apartemen. Kami dirugikan sekitar Rp.1.5 miliar per apartemen hanya karena UWTO nya habis,” ujar Lina, salah seorang perempuan tua yang suaminya warga negara asing, Rabu (16/3/2022)di PN Batam.

Kemudian, Farid S.H selaku kuasa hukum dari penghuni apartemen Indah Puri Batam menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh pihak PT Guthrie Jaya Indah Island Resort merupakan perbuatan melawan hukum karena tindakannya.

Farid SH (Batik Putih Abu) beradam rekannya (nik)

“Kami sangat keberatan atas tindakan dengan perobohan yang dilakukan pihak pengelolah karena alasan UWTO nya habis. Sementara penghuni sudah membeli apartemen itu secara cash dan memiliki surat akta jual beli di notaris. Persoalannya hanya UWTO yang disampaikan pengelolah tidak masuk akal karena nilainya lebih besar dari harga biasanya,”ujar Farid.

Atas dasar perbuatan melawan hukum itu, maka penghuni Apartemen melakukan gugatan di Pengadilan. Setelah dimediasi tiga kali oleh hakim PN Batam, hasilnya deadlock karena tidak ada kesepakatan. Jangan karena UWTO habis, Apartemen di robohkan dan penghuni yang sudah puluhan tahun tinggal dan membeli disana secara cash tidak dipikirkannya.

“Mereka tidak punya landasan hukum, apabila memang harus melakukan eksekusi 10 blok apartemen di sana. Seharusnya memiliki surat putusan dari Pengadilan, mengingat apartemen itu dibangun oleh pengelola yang lama,” tegas Farid S.H, kepada Telisiknews.com, Rabu (16/3/2022) usai mediasi di PN.Batam.

Sementara Mangara Manurung selaku kuasa hukum dari PT Guthrie Jaya Indah Island Resort menyatakan bahwa gugatan para penghuni itu adalah soal ganti rugi atas apartemen yang dihuni mereka. Tapi sebenarnya, kalau apartemen itu bukan milik mereka, dengan berakhir UWTO maka berakhir pula hak dia.

“Jadi artinya itu tidak berdasar, mereka minta Rp.25 juta per meter, sementara UWTO nya sudah habis dan secara otomatis berakhir juga haknya. Jadi silahkan menuntut toh juga nanti hakim yang menilai,” kata Mangara Manurung.

Pertemuan tadi adalah mediasi, namun mediasi tadi tidak ada menemukan hasil kesepakatan. Maka kedepan akan memasuki proses pokok perkaranya dan sidang akan tetap berjalan untuk sementara menunggu relas dulu.

Mangara Manurung SH (nik)

Soal habisnya UWTO pada tanggal 7 September 2018, mereka itu pembeli apartemen kedua dan ketiga dan bukan orang bulenya, bahkan bukan pembeli orang pertama.

“Jadi klien kami ini perusahaan yang baru bukan yang pertama, namun nama dan pemiliknya tetap yang lama,” ucap Mangara.

Kemudian soal adanya tindakan perobohan apertemen itu karena pihak pengelolah merasa tidak ada hak dari penghuni apartemen disana sehingga dilakukan itu. Disamping itu, sudah banyak kerugian investasi disana.

“Dengan adanya persoalan UWTO itu sehingga tidak bisa kita melakukan investasi dan pembangunan segala macam disana,” tutupnya..(Nikson Juntak)

 

 

 

Editor : A Yunus

 

 

 

Pos terkait

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan oleh advertiser. Wartawan Telisiknews.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.