27 Remaja HKBP Batam Center Ujian Lisan Dihadapan Para Orang Tuanya

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Sebanyak 27 remaja HKBP Batam Center menjalani ujian lisan (wawancara ) dihadapan para orang tua, dan diuji oleh Pdt.Marudut Simanjuntak S.Th. M.M, Pdt.Simon Perez Hutapea S Th dan Bibelvrouw Jelita br Marpaung, Sabtu (5/6 /2021) sore.

Pdt Marudut menyampaikan bahwa, mengundang orang tua peserta hadir di gereja ini bukan untuk mempermalukan anak maupun sebaliknya. Hal ini agar peserta naik sidi lebih memahami betapa pentingnya peran orang tua dalam hidupnya, sehingga apabila ada anak yang berbuat salah pada orang tua nya bisa langsung meminta maaf.

Read More

“Ujian lisan ini sebagai salah satu syarat untuk mengikuti pelepasan Sidi. Dan kehadiran orang tua bukan untuk mempermalukan anak maupun sebaliknya,” kata Pdt.Marudut.

Dalam test wawancara tersebut, satu persatu peserta sidi dipanggil ke depan untuk di wawancarai. Banyak hal yang membuat orang tua peserta mengelitik hingga membuat tertawa saat peserta memberi pendapatnya. Sebelumnya, Kamis (27/5/2021) ke -27 remaja HKBP tersebut sudah menyelesaikan ujian tertulis.

Perlu disampaikan bahwa kata “sidi” ini berasal dari bahasa sansekerta. yang artinya penuh atau sempurna. ketika istilah ini dipakai di dalam gereja, itu artinya secara gerejawi maka keanggotaannya sudah penuh.

Adapun tujuan sidi tersebut adalah untuk pemahaman iman yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus berdasarkan Alkitab dan sungguh-sungguh percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Jemaat gereja HKBP secara dominan adalah suku batak, sehingga biasanya
disebut Malua yang artinya “Lepas”. Sedangkan dalam bahasa indonesia sering disebut Naik Sidi. Malua atau naik sidi dalam gereja HKBP adalah menjadi diri penganut kristen yang dewasa, dewasa dalam iman secara alkitab maupun dewasa dalam mengenal jalan keselamatan yaitu Yesus Kristus.

Pada prakteknya, Malua atau Naik Sidi adalah percaya kepada Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus serta hidup menurut firman Tuhan dan menghindari larangan-Nya.

Sebelum mengikuti acara parmingguon khusus naik sidi terlebih dahulu mengikuti belajar sidi selama jangka waktu tertentu misalnya 1 tahun. Karena situasi Covid 19 saat ini, belajar sidi dipercepat namun tidak mengurangi pembelajar sesuai yang sudah ditetapkan.

Dalam belajar sidi ini berbagai hal kerohanian kristen dipelajari. Adapun hal-hal atau materi yang dipelajari para peserta Sidi yakni: pengertian mementomori HKBP, pengertian sakramen HKBP, Sakramen baptisan kudus HKBP dan perjamuan Kudus HKBP, pembagian Alkitab Teks, Doa Bapa Kami dan pembagiannya serta
pengakuan Iman Rasuli.

Selanjutnya, mempelajari hukum Taurat Allah dan orang Kristen, belajar
Kesepuluh hukum taurat dalam bahasa Batak Toba dan bahasa Indonesia,
penampakan jabatan Kristus, pokok-pokok ajaran Martin Luther, garis-garis besar dan pembagian kitab perjanjian lama dan perjanjian Baru serta soal
ujian tertulis peserta Sidi HKBP.

 

Editor : Nikson Juntak

 

 

Related posts