Kata Mustofa : PT Marcopolo Batam Ini Tidak Koperatif dan Sepelekan Rapat Dewan dan Disnaker

  • Whatsapp

TELISUKNEWS.COM,BATAM – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Komisi IV, Dinas Pengawasan Tenaga Kerja Propinsi Kepri, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam dan perwakilan PT Marcopolo Shipyard terkait kecelakaan kerja yang merenggut nyawa satu orang pekerja.

RDP tersebut dipimpin ketua Komisi IV Ides Madri dan didampingi anggota Tumbur Sihaloho, Mustofa dan Kapten Luther. Sementara Dinas Pengawasan Tenaga Kerja Propinsi dihadiri Kepala UPT, DR. Sudianto M.Si, Jalfriman M.H, Aldi SH dan Hendra S.H dari Dinas Tenaga Kerja Kota Batam. Sedangkan pihak PT Marcopolo Shipyard hanya diwakili Saptono dan PT Levian selaku subkon tidak hadir.

Read More

Rapat tidak berlangsung lama karena pihak PT Levian Cahaya Garden tidak hadir dan pihak PT Marcopolo Shipyard selaku  pemberi kerja atau mainkon juga tidak membawa data -data sesuai permintaan RDP sebelumnya.

Kekecewaan dalam rapat tersebut diluapkan oleh anggota dewan Mustofa dan Tumbur Sihaloho. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sudianto Kepala UPT Tenaga Kerja Kepri dan juga Hendra dari Disnaker Batam.

“Kami sangat kecewa terhadap PT Marcopolo Shipyard, RDP ini seakan dibuatnya hanya main -main dan menganggap orang yang hadir di RDP ini cuman boneka,” kesal Sudianto dan diamini Jalfriman serta anggota DPRD lainnya.

Ini RDP yang kedu, pihak PT Marcopol Shipyard tidak ada membuat laporan secara tertulis sampai detik ini. Sementara dalam persoalan ini ada dua dalil, pertama PT Marcopolo Shipyard selaku mainkon lalai menjaga subkonnya PT Levian Cahaya Garden tidak menggunakan K3 dan BPJS Ketanakerjaan dan Kesehatan pada pekerjanya.

Seharusnya hari pertama di mulai aktifitas kerja oleh karyawanya sudah dimasukan dalam dua dalil itu. Namun pihak perusahaan seakan bermain -main dalam kasus ini karena dan tidak menghargai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan dan Dinas Pengawasan Tenaga Kerja Kepri serta Disnaker Kota Batam.

Lanjut Sudianto, PT Levian Cahaya Garden seharusnya dihadirkan dalam rapat ini, tapi hal ini seakan -akan disembunyikan oleh PT Marcopolo Shipyard.

Secara umum sudah dilakukan pemanggilan hingga pimpinan tertinggi PT Marcopolo Shipyard namun tetap belum tidak hadir.

“Jangan kasus ini diabaikan, takutnya nanti ada permasalahan baru di perusahaan tersebut karena tidak koperatif,” ujar Sudianto dan diamini oleh Aldi Penyidik Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri, Kamis (20/5/2021) pagi.

Sementara, Ides Madri juga menyatakan kekecewaanya terhadap perwakilan dari PT Marcopolo Shipyard karena tidak menghargai RDP. Saptono hadir dengan enteng tanpa membawa data -data yang sudah diminta di RDP sebelumnya, namun data itu tidak ada dibawa.

“Kami sangat kecewa terhadap PT Marcopolo Shipyard dan PT Levian Cahaya Garden karena tidak menghargai RDP ini. Saptono hadir tapi tidak membawa data yang diminta dalam rapat sebelumnya,” kesal Ides Madri.

Saptono, HRD PT Marcopolo Shipyard.

Kekecewaan juga dilontarkan anggota dewan lainnya, Mustofa. Dengan PD (Percaya Dirinya) Saptono yang konon katanya mewakili HRD PT Marcopolo Shipyard hadir dalam rapat ini.

“Dengan PD nya Saptono hadir tanpa membawa data yang diminta, seakan -kami ini di main -mainkan dan disepelekan. Buat apa datang dan hanya untuk menganggap kami ini untuk di main-mainkan,” geram Mustofa.

Sebelumnya, Calvin Alfahri salah satu karyawan PT Levian Cahaya Garden meninggal dunia setelah mengalami insiden kecelakaan kerja di galangan kapal PT. Marcopolo, Sagulung, Batam.

Pemuda kelahiran Sawahlunto, Sijunjung,13 Juli 2000 itu, meninggal setelah terjatuh dari ketinggian 12 meter pada saat melakukan kerja dan menuruni sebuah tangga kapal di PT. Marcopolo Shipyard.

 

Editor : Nikson Juntak

 

 

Related posts