Jumat Agung dan Perjamuan Kudus di HKBP Batam Center Penuh Hikmat

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Jumat Agung memperingati Hari Kematian Yesus Kristus di berbagai gereja di Kota Batam berlangsung hikmat secara khusus di HKBP Batam Center. Kebaktian berjalan tenang dan diwarnai dengan kesedihan serta keheningan.

Jumat Agung tahun ini dirayakan pada tanggal 2 April 2021, perayaan Jumat Agung selalu diiringi dengan dua perayaan hari besar lainnya yakni, Kamis Putih dan Minggu Paskah.

Read More

Hari Jumat Agung adalah perayaan yang dirayakan oleh umat Kristiani untuk memperingati pengorbanan dan penderitaan Yesus sebelum akhirnya dieksekusi di Yerusalem.

Jemaat yang mengikuti ibadah Jumat Agung berpakaian hitam-hitam sebagai tanda turut berduka cita atas meninggalnya Yesus Juru Selamat umat manusia yang rela mengorbankan nyawa untuk menebus dosa, sehingga umat yang percaya kepadaNya memperoleh hidup yang kekal.

Gereja HKBP Batam Center terlihat cukup ramai ikut beribadah di Jumat Agung, dengan menerapkan protokol kesehatan dan aturan dari Kementerian Agama sesuai Surat Edara Nomor 15 tahun 2020 tentang panduan pelaksanaan kegiatan Keagamaan dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid 19 di Masa Pandemi.

Dalam khotbat yang disampaikan Pdt Marjuang Sitindaon S.Th mengatakan bahwa, ajaran tentang pengampunan
saat Yesus disalib ia meminta kepada Allah Bapa ampunan bagi mereka yang menyalib-nya, jika Allah Bapa saja mau memberikan ampunan kepada hambanya yang berdosa, mau seberat apapun dosa yang telah dilakukan.

“Seharusnya kita juga mampu atau bisa mengampuni orang lain yang melakukan kesalahan kepada kita. Hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa ini adalah kita sebagai manusia seharusnya bisa untuk hidup dengan saling memaafkan karena hidup diiringi oleh rasa dendam hanya akan menimbulkan perasaan tidak tentram di dalam diri,” kata Marjuang, Jumat (2/4/2021) di HKBP Batam Center.

Usai Jumat Agung, dilanjutkan dengan
perjamuan kudus sebagai simbol memperingati sengsara dan wafatnya Yesus di kayu salib.

Dengan memakan potongan roti yang diberikan Pdt pada jemaat, hal ini untuk merefleksikan iman dan mengingat sengsara tubuh Yesus dari taman Getsemani, ditangkap, diadili, dijatuhi hukuman mati, dicambuk, dimahkotai duri, memikul kayu salib, hingga tangan dan kaki terpaku di atas Bukit Golgota.

Selanjutnya dengan meminum anggur perjamuan kudus yang dituang di gelas atau cawan. “ Ini diartikan, sebagai cawan perjajian baru yang dimeteraikan oleh darah Yesus. Sehingga setiap kali umat Kristiani meminumnya, berarti melakukan peringatan akan Yesus. Sebab setiap kali umat Kritiani makan roti dan minum anggur tersebut, memaknai bahwa umatnya memberitakan kematian Yesus, sampai Yesus datang kembali,” tegas Pdt. Marjuang.

 

Editor : Nikson Juntak

 

Related posts