Genap Berusia 73 Tahun, Luhut Binsar Panjaitan Katakan Hidup Harus Bermanfaat Bagi Banyak Orang

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Luhut Binsar Panjaitan, kelahiran Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara, 28 September 1947. Di hari kelahirannya Luhut Binsar membagikan salah satu warisannya.

Namun warisan tersebut bukan berupa emas, tanah, atau pun uang. Akan tetapi berupa lembaga pendidikan berkelas yang berdiri di kampung halamannya, Sumatera Utara, tepatnya di tepian Danau Toba bernama Yayasan DEL

Read More

“Bagi saya, setiap yang hidup harus meninggalkan warisan dan wasiat yang bermanfaat bagi banyak orang, tak terkecuali saya dan keluarga. Di usia yang sudah tidak muda lagi ini, saya merasa sudah bahagia dengan apa yang sudah saya capai”

“Saya hanya berpikir bagaimana di sisa usia yang saya jalani bisa bermanfaat buat banyak orang,”kata Luhut Binsar Panjaitan membagikan kisahnya melalui akun facebook, Senin (28/9/ 2020).

Teringat akan ucapan ayahnya yang dianggap sebagai wasiat hidup yakni harus membantu banyak orang lewat pendidikan. Atas alasan tersebut Luhut dan istri membangun mimpi bersama untuk Indonesia,

Persis di hari kelahiran Luhut dan istrinya, memulainya bersama dari tepian Danau Toba lewat Yayasan DEL Yayasan tersebut akan memasuki dua dekade di 2021 nanti.

Yayasan DEL terus bertumbuh menjadi kawah candradimuka yang akan melahirkan talenta-talenta hebat. Dengan akhlak mulia, beriman teguh, kreatif dan inovatif, punya semangat juang dan terpelajar lewat Institut Teknologi DEL dan SMA Unggul DEL.

Sesuai dengan motto, mar-Tuhan(berTuhan) Marroha( berhati Nurani) dan Marbisuk (bijaksana).

Binsar berpikir bahwa jika Indonesia ingin menjadi negara maju, salah satu PR penting yang mendesak adalah mempersiapkan generasi baru, yakni generasi manusia Indonesia yang siap menghadapi persaingan global.

“Cita-cita dan prinsip inilah yang terus memperbaharui semangat kami sekeluarga untuk berkembang lebih besar lagi, hingga lahirlah lembaga lainnya seperti Sekolah Noah, Rumah Faye, TobaTenun, dan Radio DEL FM yang pengelolaannya dipegang langsung oleh anak cucu saya,” tuturnya.

Berkembang dan juga bertumbuh dengan pesat sehingga memberikan sumbangsih berwujud Sumber Daya Manusia yang berkualitas untuk Ibu Pertiwi. Hal ini tidak terlepas dari peran besar dan pengabdian para civitas akademika, staf, pengurus yayasan DEL, rekan-rekan seperjuangan, para siswa dan mahasiswa sendiri.

“Kami sadar bahwa ini adalah mimpi yang besar, dan tidak mungkin kami kerjakan sendiri. Mungkin inilah sumbangan kecil kami dari desa, untuk Indonesia,”ucap Binsar.

Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Yayasan DEL, bisa berkunjung ke :Yayasan Del, IG : @yayasandel atau
www.del.or.id.

Editor : Nikson Juntak

Related posts