Walikota Batam Hadiri Acara Tepung Tawar Pelantikan Isdianto. Bagaimana Kesehatanya?

  • Whatsapp
Walikota Batam saat menerima tumpeng dari Gubernur (ft istimewa)

TELISIKNEWS.COM,BATAM- Walikota Batam Muhammad Rudi, Selasa, (28 /7/2020), sempat mengikuti prosesi Tepuk Tepung Tawar pelantikan Gubernur Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang. Bahkan, terlihat berfoto bersama Isdianto yang memberikan potongan nasi tumpeng kepada Rudi.

Dalam acara tersebut beberapa kepala daerah turut hadir di acara tersebut,
baik dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kepulauan Riau, Perwakilan dari Instansi vertikal, Plt Walikota Tanjungpinang dan Wakil Bupati Karimun.

Read More

Untuk memastikan kabar kesehatan Walikota Batam, tim media ini mencoba konfirmasi dengan dokter pribadi nya yakni dokter Finda melalui telepon maupun whatshap namun tidak ada jawabanya.

Kadis Komimfo Kota Batam Azril Afriansyah saat dikonfirmasi melalui whatsapnya terkait kesehatan dari walikota Batam, juga tidak memberikan balasan.

Kemudian, mencoba konfirmasi dengan wakilnya Amsakar melalui whastshap, juga tidak ada respon atau jawabanya. Hal yang sama dengan asisten 1 Pemko Batam ,Yusfa Hendri juga tidak memberikan balasan whatshap yang dikirim tim media ini.

Doa Wali Murid SMANTIZENT untuk Kesembuhan Gubernur Kepri Isdianto

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menerangkan bahwa, alasan tidak dilakukan uji swab berdasarkan hasil revisi protokol kesehatan jilid V oleh Kementerian Kesehatan. Dimana isinya tidak akan melakukan uji swab kepada orang-orang yang tidak berkontak erat dengan pihak yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Wali Kota Batam dalam acara tersebut tidak berkontak erat dengan Isdianto karena tidak sampai 15 menit saat prosesi foto bersama.

“Kontak erat itu dapat disebut, jarak 1 meter minimal 15 menit. Bahkan Walikota tidak menunjukkan gejala seperti meningkatnya suhu tubuh,” ujar Didi.

Selain tidak melakukan uji swab, Walikota Batam beserta unsur pejabat dilingkungan Pemko Batam juga tidak melakukan rapid test karena dalam revisi jilid V, rapid test bukan lagi menjadi acuan diagnostik dan screening kecuali untuk alasan tertentu, seperti penerbangan.

“Saat ini kita ikuti aturan Kementerian terbaru, Walikota Muhammad Rudi itu tidak kontak erat. Untuk itu tidak dilakukan uji swab dan rapid test,” ungkapnya. (Ri).

 

Editor : Nikson Juntak

Related posts