Saiful Badri Ingatkan Ketua Kadin Kepri Terkait Steatmennya soal Pollux Habibie

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Warga perumahan Citra Batam memberikan karpet merah bagi investor yang menanamkan investasinya di Apartemen Pollux Habibie. Namun, masuknya investasi bukan berarti membuat masyarakat jadi korban.

Hal tersebut disampaikan oleh Saiful Badri menanggapi steatmen Ketua Kadin Provinsi Kepri, Akhmad Maruf Maulana di salah satu media online, terbitan Minggu (16/2/2020) lalu. Dengan judul, Sikapi Masalah Pollux Habibie, Kadin Kepri Temui Kapolda Minta Kepastian Investasi di Batam.

Apakah dengan kehadiran Pollux Habibie tersebut memiliki dampak positif bagi warga sekitar?. Malah sebaliknya yang terjadi seperti, robohnya tembok pembatas pagar berdampak buruk bagi warga perumahan Citra. Batam. Tegas Saiful Badri.

Rumah warga Citra Batam dampak robohnya tembok Pollux Habibie

Lanjut Saiful, Akhmad Maruf Maulana tidak memahami masalah soal Pollux Habibie dengan warga, Katanya tokoh pengusaha tapi banyak memunculkan masalah seperti, bawa investor pemasuk limbah ke Batam, kasus meme polri dan kasus rasis.

“Jadi, tidak usah sok – sok pasang badan untuk tujuan lain lah,” tegas Saiful, Kamis (20/2/2020).

Sementara terkait masalah itu, warga dengan pihak menejemen Pollux Habibie bersama instansi terkait sudah ada hearing dan Rapat Dengar Pendapat di komisi III dan komisi I DPRD Batam. Disana ada indikasi pidana dan bukan hanya perdatanya.

“Jangan hanya gara -gara sok membela dan investasi, ingat disitu ada indikasi pidana dan perdata,” tegasnya.

Dalam kasus Pollux Habibie bukan karena hanya pagar yang roboh, namun akibat roboh tersebut membawa air dan lumpur kepada rumah warga. Sehingga ada sesuatu yang salah di Pollux Habibie, terbukti saat hearing di DPRD Batam bahwa, pembangunannya tidak sesuai dengan amdal dan izin yang dikeluarkan oleh dinas terkait.

Di dalam KUHP sangat jelas, karena kelalain itu menimbulkan kerusakan bangunan rumah warga serta  kerugian atau ketidaknyamanan bagi orang lain. Ini sudah ada pidana serta perdatanya.

“Jadi, kami sampaikan kepada Maruf, pahami dulu masalah dan turun lihat ke lokasi, jangan asal ngomong. Dan jangan sampai nanti dikomplin oleh warga yang tinggal disana,” ujar Saiful Badri.

Nikson Juntak

Related posts