Potret Apartemen Pollux Habibie Diatas Perumahan Citra Batam, Ini Resikonya

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM, BATAM- Sejak hadirnya pembangunan empat gedung yang menjulang tinggi ini dan yang dinamai apartemen Pollux Habibie, banyak perubahan kota Batam dari sisi bangunan. Pertama gedung ini menjadi yang tertinggi di tengah – tengah kota Batam Center, Kepulauan Riau.

Kemudian, gedung ini menjadi daya tarik pertumbuhan ekonomi di Batam, sehingga para pebisnis berlomba – lomba untuk berinvestasi menanamkan modalnya di Batam.

Pembangunan gedung – gedung tinggi ini sudah seharusnya memiliki konsep dan struktur bangunan yang kokoh dan kuat, sehingga tidak berdampak pada lingkungan sekitarnya. Selain itu, harus memperharikan amdal dari bangunan itu sendiri. Kata Cypriana Situmorang, A. Md, S.H akademisi dan pemerhati lingkungan hidup,Jumat (31 /1/2020).

Kemudian, Saiful Badri S.H, salah satu warga yang tinggal di perumahan Citra Batam mengatakan bahwa, potret berdirinya apartemen Pollux Habibie sejak tahun 2015 lalu, sudah menuai protes dari warga sekitar khususnya perumahan Citra Batam yang hanya berjarak 1.5 meter dari tembok pembatas gedung tinggi tersebut.

Kekuatiran warga sudah disampaikan saat itu, namun respon maupun solusi dari pihak menejemen pengembangan Pollux Habibie tidak ada. Pasalnya, dinding tembok pembatas tidak memiliki kekuatan pondasi. Ditakutkan jika hujan turun deras berdampak banjir dan luapan lumpur serta batu -batuan dan kayu tidak terhindari lagi.

Selain itu, bangunan Pollux Habibie tidak memiliki drainase air sendiri antara perumahan Citra Batam. Pihak pengembang ini hanya memanfaatkan saluran air yang dibuat oleh warga Citra Batam, sehingga saat hujan deras debit air tidak dapat tertambung dan terjadi seperti kejadian, Rabu (29/1/2020) sore lalu. Tuturnya.

Perlu juga diketahui, kata Saiful bahwa keluhan tersebut sempat disampaikan ke Polsek Batam Kota hingga hearing ke DPRD Kota Batam. Namun sampai saat ini hasilnya, lihat yang terjadi.

“Pelaporan dari warga ke aparat juga sempat ada baik dari warga kami maupun perumahan Livia. Harusnya itu sudah bahan evaluasi bagi pihak pengembang Pollux Habibie,” ungkapnya.

Sebanyak 30 KK warga Citra Batam merasakan dampak kejadian banjir lumpur dan kayu – kayu tersebut, dan beberapa sepeda motor dan mobil yang sedang parkir ikut rusak. Berharap dengan kejadian itu, pihak Pollux Habibie memberikan solusi sebelum ada korban jiwa.

Nikson Juntak

Related posts