Ahmad Fauzi, CEO SI Dukung Langkah Erick Tohir Perketat Izin Pembentukan Usaha BUMN

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM, BATAM – Menteri BUMN, Erick Tohir telah menerbitkan Keputusan Menteri (Permen) BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019, tertanggal 16 Desember lalu.

Dalam SK tersebut, Kementerian BUMN memperketat pembentukan anak, cucu sampai cicit perusahaan plat merah. Pasalnya, hal itu dilakukan untuk efektivitas iklim bisnis yang dikembangkan BUMN serta tidak menghambat perkembangan usaha swasta hingga UMKM.

Sejumlah pengusaha swasta pun menyatakan dukungan tersebut. Salah satunya, pernyataan yang disampaikan CEO, Securitech Indonesia, Achmad Fauzi S.Sos M.M.

Sebagai pelaku usaha UMKM di bidang wrapping bagasi di bandara, Ahmad Fauzi menyatakan dukungan terhadap keputusan Menteri BUMN yang telah diberlakukan sejak tanggal diterbitkannya aturan tersebut.

“Saya mendukung langkah Menteri BUMN pak Erick Tohir untuk merombak anak hingga cicit usaha perusahaan-perusahaan plat merah,” ucap Fauzi, Kamis (26/12/ 2019).

Dengan aturan itu kata dia peluang perkembangan usaha dari pihak swasta terutama UMKM bisa lebih terbuka dan bertumbuh menjadi usaha yang sehat sehingga berdampak pada perkembangan sektor ekonomi di Indonesia.

“Supaya tidak tercipta lagi usaha monopoli, kita bisa ambil contoh, usaha wrapping yang hanya satu pemain dan banyak pemain, omzetnya lebih besar mana. kita hitung bersama,” tuturnya.

Seharusnya, Negara memberikan kemudahan bagi pelaku-pelaku usaha kecil untuk bisa bertumbuh. Misalnya dengan beberapa kebijakan yang membuat pelaku usaha tidak merasa diberatkan.

Karena selama ini, ia sangat merasakan kesulitan untuk bisa lebih berkembang ketika perusahaan BUMN ini mendominasi, seperti di bandara yang dikelola BUMN tempat usahanya selama ini beroperasi.

“Pesan moral saya, jangan mengarahkan kami untuk angkat kaki dari bandara dengan cara menaikan sewa atau konsesi diatas rata-rata.

Contoh kasus di beberapa bandara, 100 persen omset kami dibawa semua oleh pengelola bandara. Biarkan kami tetap berkarya, tetap hidup kami dukung BUMN menjadi kaya tanpa menyingkirkan atau mendzolimi pelaku usaha swasta yang kecil-kecil seperti kami ini,” pungkasnya (Nikson Juntak).

Related posts