Pelabuhan Dapur 12 Sarang Penyeludupan Kayu Bakau ke Singapore, Instansi Terkait Kok Diam?

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Penebasan mangrove atau bakau kembali marak di Batam, bahkan para pebisnis gelap ini sudah terang -terangan memuatnya dalam kapal di pelabuhan tikus Dapur 12 Sagulung untuk diseludupkan ke Singapore dan Malaysia.

Sementara sangat jelas tindak pidana yang mereka lakukan yaitu melanggar ketentuan undang-undang yang berlaku. Hal ini diatur dalam Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, diantaranya larangan penebangan pohon di wilayah 130 kali jarak pasang laut terendah dan pasang laut tertinggi.

Diduga penyeludupan kayu bakau ini sudah pembiaran oleh oknum -oknum terkait. Karena tidak ada tindakan terhadap para penyeludup kayu bakau. Mestinya tanaman mangrove ini dilindungi oleh lintas sektoral, namun ekosistem hutan mangrove terancam punah oleh pembalakan liar pihak-pihak tertentu.

Dari penelusuran dan informasi yang dikumpulkan tim Telisiknews.com dilapangan terlihat jelas, penyeludupan kayu bakau ini dilansir dari pulau -pulau kecil yang ada di Batam menggunakan kapal pompong dan dikumpulkan di pelabuhan tikus Dapur 12 Sagulung, Kecamatan Sagulung Kota Batam.

Selanjutnya, kayu bakau ukuran 4 meter sampai 5 meter dimasukkan dan disusun ke dalam kapal berukuran besar untuk di jual ke Singapore. Dalam setiap pengangkutan berisi 6000 -8000 batang atau sekitar 18 ton per Minggu.

Jika melihat penyeludupan kayu bakau ini, maka pengundulan bakau -bakau di pulau -pulau kecil yang ada di Kepri secara khusus Batam akan punah. Sementara, ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan gigih mengajak masyarakat menggalakkan penanaman pohon bakau di pinggiran pantai.

Kemudian mencoba konfirmasi dengan kepala kantor wilayah DJBC Karimun, Kepulauan Riau, Agus Yulianto terkait penyeludupan kayu bakau ini melalui whatshapnya, Sabtu (26/10 /2019) belum mendapat jawaban hingga berita ini dipublis.(Tim).

Editor: Nikson Juntak

Related posts