Pembangunan Asrama MTs Negeri 1 Batam Diduga asal Jadi, Rudi Ogah ada TP4D

  • Whatsapp
Foto Kondisi Tia g kolom lantai 2

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Rudi Hartono selaku Kepala sekolah Madrasah tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Batam ini terkesan menutup diri. Namun diduga berani bertindak tanpa memikirkan resiko, dalam hal ini pembangunan asrama siswa di MTs N 1 Bengkong Laut Kota Batam.

Rudi Hartono yang juga pejabat pengguna anggaran (PPA) dalam pembangunan asrama siswa 3 lantai tersebut, dengan anggaran Rp.3.450.782.431 miliar dari  Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2019 melalui Dinas Kementerian Agama Kota Batam.

Read More

Loading...

Beberapa bulan lalu, tim Telisiknews melakukan investigasi dan ditemukan dalam papan nama proyek dituliskan bahwa,” Proyek Ini Dalam Pengawasan Kejari Batam”. Namun saat dikonfirmasi dengan pihak Kejaksaan mengatakan, proyek itu belum ada pendampingan.

Rudi Hartono, Kepala sekolah MTs N1 Bengkong Laut Batam.

Kemudian, tim media ini kembali mengkonfirmasi kepada Rudi Hartono bahwa, pihak Kejaksaan belum ada pendampingan atas pembangunan asrama tersebut. Dengan lantang Rudi mengatakan “tanpa pendampingan dari Kejaksaan pun, proyek ini tetap jalan”. Kata Rudi di kantornya saat itu.

Mestinya keberadaan Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4) dapat menjadi solusi dalam mengatasi kendala penting yang dihadapi oleh pelaksana pengadaan barang/jasa. Kendala-kendala seperti intervensi, intimidasi, ketakutan atau keragu-raguan mengambil putusan yang pada akhirnya menghambat percepatan pembangunan.

Karena tugas dan fungsi TP4 bukan penghambat pembangunan itu. Sesuai
instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Aksi Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2015 (Inpres 7/2015) adalah titik tolak lahirnya TP4 di pusat dan daerah. Kemudian atas inisiatif dari Jaksa Agung diterbitkanlah Keputusan Jaksa Agung Nomor  KEP- 152/A/JA/10/2015 tentang Pembentukan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan. Kata salah seorang tim TP4D Kejari Batam.

Selanjutnya, proyek pembangunan gedung asrama Madrasah tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Bengkong Laut, Kota Batam sedang di kerjakan PT. Sintesa Multi Dimensi (SMD). Pembangunannya terkesan amburadul dan tidak berkualitas, karena tiang kolom bangunan sangat tidak layak.

Dari investigasi dilapangan bahwa, proses pembangunan tiang penyanggah gedung yang dikerjakan tidak simetris, tiangnya cekung atau cembung dan terlihat melengkung. Terdapat banyak tiang yang dikerjakan, pada bagian sambungan antara betonan tiang dengan betonan balok tercekik.

Selain itu, kualitas bangunan sangat diragukan kekuatannya. Dikuatirkan bangunan akan roboh dikarenakan tiang kolom yang tidak mampu memikul beban dari betonan lantai yang berat. Kualitas bangunan yang baik sangat dibutuhkan, apalagi bangunan itu  diperuntukkan untuk asrama siswa. Jangan sampai menelan korban akibat kegagalan struktur bangunan yang tidak kokoh.

Selain itu, rangkaian besi tulangan terhadap bangunan juga diragukan kekuatannya. Apakah rangkaian besi tulangan saling terikat dengan besi tulangan lainnya, seperti rangkaian tulangan besi lantai dan rangkaian besi tulangan kolom, sehingga nampak dari hasil pengecoran tiang kolom tidak simetris antara tiang kolom lantai 1 ke lantai 2.

Sementara, saat dikonfirmasi pada pengawas lapangan tentang tiang kolom yang keseleo itu, ia mengelak  dan mengatakan“ itu tidak bermasalah “.Jawab Tarson enteng pada tim Telisiknews.com, Minggu (29/9/2019) lalu. (Daniel )

Editor : Nikson Juntak

  • Whatsapp

Related posts