Bayar Rp4,8 juta saat PPDB, Benarkah Madrasah Aliyah USB Filial sudah Negeri?

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM,BATAM -Sekolah Madrasah Aliyah USB Filial yang berdampingan dengan komplek  Perumahan, di Kecamatan Bengkong, merupakan sekolah binaan langsung dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam.

Dari penelusuran tim media ini dan informasi wali murid, ketua komite, guru bahkan pegawai kantor Kemenag kota Batam serta para siswa, mengaku dan mengembar- gemborkan bahwa, sekolah Madrasah Aliyah USB Filial sudah Mandrasyah Aliyah Negeri (MAN) 2.

Read More

Loading...

Beberapa siswa -siswi saat dimintai keterangannya megatakan bahwa, MA USB Filial sudah MAN 2 sesuai keterangan dari para guru.

“Sekolah kami ini sudah MAN 2 sesuai keterangan para guru, karena sudah negeri makanya kami mau bersekolah disini,” ungkapnya.

Kemudian, beberapa wali murid juga mengakui bahwa MA USB Filial merupakan sekolah MAN 2. Dimana MAN 1 ada di Batuaji. Alasan negeri ini sehingga menyekolahkan anak -anak disini. Hanya saja, mengapa pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019, harus membayar registrasi sebesar Rp.4.8 juta?.

“Inilah yang kami masih binggung, katanya negeri, kok ada pembayaran registrasi PPDB sebesar Rp 4,8 juta. Saat itu, orang Bank bjp  yang jemput ke sekolah,” tuturnya yang namanya tidak mau disebutkan beberap Minggu lalu.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh
Ketua Komite sekolah Madrasah Aliyah USB Filial ,Ahmad Fakih Rambe sambil meradang. Fakih, sempat menyela dengan wajah bengis sembari menyatakan, macam tak ada lagi berita yang bagus, itu berita bohong.

“Beritakan saja, macam tak ada lagi berita yang bagus, itu berita bohong,” kata Fakih Rambe sambil mengomel -ngomel saat ditemui di kantin PN (Pengadilan Negeri ) Batam, Selasa (17/ 9/2019) lalu.

Ia menampik bahwa, kehadirannya sebagai ketua komite untuk membantu kegiatan sekolah saja dan soal uang tersebut tidak pernah memegangnya.  Ia juga mengatakan, uang tersebut langsung masuk ke rekening sekolah yang dibuka atas nama kepala sekolah dan bendahara. ‘Itu rekening sekolah langsung yang buka kepala sekolah (Ulfah Ismiati red) dan bendahara komite,” imbuhnya.

Masih kata Fakih Rambe, di sekolah Madrasah Aliyah USB Filial sudah disebut MA Negeri 2 Bengkong Kota Batam. Karena bangunan dari pemerintah termasuk 6 dari 38 guru dari Madrasah Aliyah Negeri 1 Batuaji. Bukan itu saja, penanda tanganan ijazah dan legalisir langsung oleh MAN 1.

“Kami sudah sebutkan MAN 2, karena kepala sekolahnya dari MAN 1. Ada 6 dari 38 guru disana guru PNS dari MAN 1,”kata Ahmad Fakih Rambe, yang juga berprofesi sebagai Pengacara.

Rambe juga sempat menapik bahwa, uang pelaksana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 hanya Rp 2,5 juta. Itu untuk biaya Baju + buku dan perlengkapan sekolah. Katanya.

Sementara Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Batam, HM. Dirham mengakui bahwa, MA USB Filial yang beralamat di Kelurahan Bengkong Laut Bengkong Batam, belum berstatus Madrasyah Aliyah Negeri alias swasta.

Sekolah MA USB Filial ini sudah 10 tahun diusulkan ke pusat agar menjadi sekolah negeri. Bahkan sudah berkali-kali memohon sampai menghadap Menpan RI. Tetap saja alasanya ketersediaan anggaran dan masih mempelajari.

“Kami sudah berkali -kali usulkan ke pusat supaya di negerikan. Kemenag pusat hingga saat ini belum turun SK penetapannya. Jadi sekolah MA USB Filial ini hanya persamaan dengan MAN 1 Batam saja,” tegas HM Dirham, diruangannya kantor Kemenag Batam saat ditemui media ini. (Khairul/ Daniel)

Editor: Nikson Juntak

  • Whatsapp

Related posts