Siswa sebut MA USB Filial MAN 2, Kemenag Batam Ngaku Tidak

  • Whatsapp

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Keceriaan terpancar diraut wajah siswa -siswi Madrasah Aliyah USB Filial MAN 2 Bengkong Kota Batam, saat ditemui tim Telisiknews.com sedang latihan Pramuka, Sabtu (14/9/ 2019) pagi dilapangan sekolah.

Bangunan sekolah ini terbilang cukup oke, dilihat dari struktur bangunan dan luas area yang dimiliki cukup luas dan layak menyandang status negeri seperti ungkapan para siswa -siswi.

Dikutip dari website resmi Kementerian Agama Kota Batam bahwa, sesuai  surat keputusan Kanwil Departemen Agama Provinsi Kepulauan Riau Nomor 126 Tahun 2007 maka dibentuklah Madrasah Aliyah USB Kota Batam dibawah tanggung jawab tim pengelola Madrasah Aliyah Unit Sekolah Baru Kota batam yang diketuai oleh MAN Batam.

Pada tahun 2007 pemerintah memberikan bantuan gedung yang terdiri atas : 6 ruang belajar, 1 ruangan Kepala Madrasah dan Majelis Guru dan 1 ruangan kecil untuk tempat Tata busana. Gedung MA USB diresmikan penggunaannya pada tanggal 6 juni 2008 oleh bapak Ismeth Abdullah .

Keceriaan anak -anak siswa -siswi Madrasah Aliyah USB Filial MAN 2 Batam tersebut bukan tidak beralasan. Menurut mereka bahwa tempatnya untuk menimba ilmu statusnya sudah sekolah negeri.

“Sekolah Madrasah Aliyah USB Filial ini sudah MA Negeri 2, MAN 1 ada di Batuaji,” kata dua orang siswa -siswi pada media ini di komplek sekolahnya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Batam, HM. Dirham hadir di MA USB Filial saat test siswa PPDB 2019

Sementara Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Batam, HM. Dirham mengakui bahwa, MA USB Filial yang beralamat di Kelurahan Bengkong Laut Bengkong Batam, belum berstatus MA negeri alias swasta.

Sekolah MA USB Filial ini sudah 10 tahun diusulkan ke pusat agar menjadi sekolah negeri. Bahkan sudah berkali -kali memohon hingga menghadap Menpan RI. Tetap saja alasanya ketersediaan anggaran dan masih mempelajari.

“Kami sudah berkali -kali usulkan ke pusat supaya di negerikan. Kemenag pusat hingga saat ini belum turun SK penetapannya. Jadi sekolah MA USB Filial ini hanya persamaan dengan MAN 1 Batam saja,” tutur HM Dirham, diruangannya kantor Kemenag Batam.

Mengapa masuk ke MA USB Filial harus bayar Rp 4,8 juta, kalau sudah statusnya negeri?

Dari penelusuran Telisiknews dan fakta dilapangan bahwa, di MA USB Filial MAN 2 saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, panitia memunggut biaya daftar ulang/ registrasi PPDB sebesar Rp 4.820. 000 juta.

Anehnya, pihak Bank bjb cabang Batam jemput bola ke sekolah MA USB Filial. Semua pembayaran biaya daftar ulang/ registrasi PPDB ini dimasukan ke dalam rekening 00549xxxxxxxx, sesuai  yang ditemukan.

Dan yang paling anehnya lagi, bukti kwitansi pembayaran berlogo “Madrasah Negeri Kota Batam” dan stampel panitia bertuliskan “Kementerian Agama”. Sementara Kepala MA USB Filial MAN Batam, Ulfah Ismiati belum dapat ditemui karena hari Sabtu, para siswa tidak masuk sekolah. (Khairul Efendy)

Editor : Nikson Juntak

Related posts