Direktur Bisnis dan Usaha PLN Berbohong, Rapat Paripurna DPRD Batam Gelap -gelapan

  • Whatsapp

TELISIKNEWS COM, BATAM – Kinerja Bright PLN Batam saat ini semakin menunjukkan pada manajemen resiko. Dimana manajemen risiko tersebut adalah, suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia.

Dengan pemadaman listrik yang dilakukan Bright PLN Batam ini dapat merugikan pihak -pihak lain, baik industri, perkuliahan dan juga pemerintahan. Bahkan listrik mati – hidup pun dirasakan oleh anggota DPRD Batam saat rapat paripurna sedang berlangsung.

Read More

Loading...

Pemadaman berlangsung 4 kali, Selasa (6/8/2019) sekira pukul 10.30 WIB, membuat paripurna tertunda sesaat.

“Bright PLN Batam telah klaim bahwa tidak ada lagi pemadaman, setelah ada pemeliharaan rutin pembangkit serta jaringan. Saat ini,  ditengah -tengah rapat paripurna DPRD Kota Batam, listrik mendadak padam. Alasan apa lagi untuk keadaan seperti ini?,”

“Harusnya pihak PLN Batam lebih sigap dengan manajemen yang baik.  Ketergantungan masyarakat akan listrik sangat tinggi. Ini tidak boleh terulang lagi,” kata Hendra Asman, anggota komisi I DPRD Kota Batam, di laman Facebooknya.

Sementara Direktur Bisnis dan Usaha Bright PLN Batam, Buyung Abdul Jalal berbohong, katanya bahwa penyebab gangguan mati listrik di sejumlah wilayah di Kota Batam, akibat masih tingginya potensi lost sehingga terjadi gannguan jaringan pada pembangkit listrik.

Direktur Bisnis dan Usaha PLN Batam, Buyung (pakai baju puitih)

“Kejadian mati listrik tersebut karena masih ada lost dan juga disebabkan adanya gangguan jaringan,” kata Buyung, Selasa (30/7/2019) di lobby kantor Bright PLN Batam saat demo mahasiswa Ibnu Sina.

Buyung lebih jauh menjelaskan bahwa pemadaman listrik tidak ada lagi, apabila masih ada listrik padam itu hanya ganguan kecil saja.

“Tidak ada lagi pemadaman listrik, kalau pun ada mungkin karena ganguan kecil,” kata Buyung.

Nikson Juntak

Related posts