Humas : Petugas P2TL Karyawan Bright PLN Batam dan Bukan dari Kontraktor

  • Whatsapp
Kantor Bright PLN Batam di demo mahasiswa

TELISIKNEWS COM,BATAM – Bright PLN (Perusahaan Listrik Negara) Batam mempunyai tim yang langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan rutin penggunaan listrik, yang dikenal dengan nama tim P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik).

Tim P2TL ini merupakan karyawan langsung Bright PLN Batam dan bukan dari kontraktor lain. Mereka ini memiliki prosedur kerja yang baku, dimana dalam menjalankan tugasnya, mereka selalu dilengkapi dengan Identitas Petugas yang jelas, membawa Surat Tugas resmi dari pejabat PLN yang berwenang.

Read More

Loading...

” Tim P2TL itu merupakan karyawan Bright PLN Batam didampingi aparat keamanan, dan bukan dari kontraktor,” kata Yoga, Humas Bright PLN Batam beberapa hari lalu saat mahasiswa Ibnu Sina melakukan demo di kantornya.

Sementara keterangan Humas Yoga ini bertolak belakang dengan sebenarnya, dimana petugas P2TL ini dikerjakan oleh PT Cipta Utama Teknik (CUT) selaku kontraktor di Bright PLN Batam, yang berkantor di Legenda Batam Center.

Hal ini sesuai keterangan dari Direktur PT CUT, Amirsyah Siregar mengatakan bahwa, Bright PLN Batam meminta 10 orang petugas P2TL dari kantornya. Permintaan ini adalah perpanjangan kontrak dari sebelumnya yang sudah dilaksanakan.

“Ini adalah kontrak perpanjangan dari sebelumnya dengan Bright PLN Batam, pada kontrak baru ini PLN meminta 9 orang laki -laki dan 1 orang perempuan sebagai petugas P2TL,” kata Amirsyah pada media ini di kantornya beberapa Minggu lalu.

Menurut Ketua SPSI Kepri, Saiful Badri mengatakan bahwa, petugas P2TL seharusnya tak boleh dikontrakkan sesuai Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2004. Dan yang menjadi pertanyaan, apakah PT Cipta Utama Teknik ini memiliki izin sebagai penyedia jasa tenaga kerja.

Hal ini perlu diliat dari izin usaha yang dijalankan oleh PT CUT, jangan -jangan izinnya hanya sebagai kontraktor dan bukan penyedia jasa tenaga kerja. Tanya Saiful Badri, Jumat (2/8/2019).

Nikson Juntak

Related posts