Potensi Lost Masih Tinggi, Bright PLN Batam Tersengat

  • Whatsapp
Kantor Bright PLN Batam di demo mahasiswa

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Kinerja Bright PLN Batam saat ini menjadi sorot masyarakat dan mahasiswa, bahkan telah di demo oleh aktivis mahasiswa Ibnu Sina Batam beberapa hari lalu ke kantor PLN Batam Center.

Seringnya listrik mati atau padam membuat para pengusaha industri, perkuliahan dan belajar mengajar terganggu. Hal ini akibat masih tingginya potensi lost yang masih belum dapat diatasi oleh menejemen Bright PLN Batam.

Menurut Direktur Bisnis dan Usaha Bright PLN Batam, Buyung Abdul Jalal
mengungkapkan bahwa, penyebab gangguan mati listrik di sejumlah wilayah Kota Batam, akibat masih ada potensi lost sehingga terjadi gannguan jaringan pada pembangkit listrik.

“Kejadian mati listrik tersebut karena masih ada lost dan juga disebabkan adanya gangguan jaringan,” kata Buyung, Selasa (30/7/2019) di lobby kantor Bright PLN Batam usai demo mahasiswa Ibnu Sina.

Buyung lebih jauh menjelaskan bahwa pemadaman listrik tidak ada lagi, apabila masih ada listrik padam itu hanya ganguan kecil saja.

“Tidak ada lagi pemadaman listrik, kalau pun ada  mungkin karena ganguan kecil,” kata Buyung enteng.

Untuk saat ini, kata Buyung bahwa Bright PLN Batam telah mengelolah sebesar 500 MW (Mega Watt) di Batam. Sementara Bintan ada 550 MW daya mampunya dan beban puncak sebesar 450 MW. Dengan menggunakan Mobile Power Plant (MPP) berbahan bakar gas dengan total kapasitas 500 MW.

Untuk proyek MPP 500 MW bright PLN Batam membentuk 8 unit bisnis diluar Batam. Dengan adanya bisnis tersebut, Bright PLN Batam masih untung secara koorporasi berkat kerjaaama dengan UPTL. Tutur Buyung.

Sementara tingginya potensi lost yang mengakibatkan listrik terus padam, menurut salah seorang sumber yang dipercaya mengatakan, karena masih banyaknya permainan dilapangan oleh oknum -oknum pengawai PLN bersama oknum kontraktor sebagai petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

“Faktor inilah yang membuat Bright PLN Batam tersengat karena masih adanya oknum pegawai bersama oknum petugas P2TL yang bermain dilapangan, dan akhirnya PLN Batam terus mengaku, merugi” ujarnya, Kamis (1/8/2019) di Batam Center.

Nikson Juntak

Related posts