3 Minggu Dugaan Mesum Anggota Dewan Kampar dengan “Pramusaji” di Ruang Pimpinan DPRD Batam Hilang

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Tiga Minggu kabar dugaan mesum anggota dewan Kampar dengan ” Pramusaji” di ruang wakil ketua I DPRD Kota Batam menghilang tanpa ada tindak lanjut dari pihak -pihak yang bersangkutan.

Sementara FD dan AM, staf wanita honorer yang disebut juga oleh ketua DPRD Batam Nuryanto sebagai wanita ” Pramusaji” dilingkungan kerja yang dipimpinnya telah dinonaktifkan atau dikeluarkan setelah beberapa hari kejadian berlangsung.

Bukan itu saja, bahkan kabar BD yang juga staf honorer bagian cleaner dilingkungan dewan Batam itu ikut dinonaktifkan. Karena awal aib dewan ini terbongkar saat BD membersihkan ruang wakil ketua I DPRD Batam Zainal Abidin, dan ditemukan sprei dan handuk telah kotor yang diduga bekas mesum tersebut.

Sebelumnya saat dikonfirmasi dengan Zainal Abidin, pemilik ruangan yang diduga menjadi tempat pelampiasan nafsu alias mesum dua staf honorer dan oknum anggota dewan Kampar membantah tidak mengetahui apa yang terjadi dalam kamar diruang kerjanya.

Zainal bahkan meminta kepada Sekretaris Dewan (Sekwan ) Asril supaya mencari bukti dan saksi serta siapa yang memberikan informasi tersebut. Zainal Abidin juga berkilah dan lupa nama tamunya, karena memang saat itu ada tamu dari Kampar, Yogya dan Pekanbaru.

“Saya lupa nama tamu itu, memang saat itu ada yang dari Kampar, Yogya dan Pekanbaru,” kilah Zainal.

Kata Zainal, memang dirinya saat itu tidak ada di ruangan karena sedang ikut rapat Paripurna namun sekretaris ada disana 4 orang. Untuk itulah mencari tahu siapa kedua staf honorer itu karena wilayah dan wewenang kantor ini ada kepalanya yaitu Sekwan.

Bukan itu saja, Zainal Abidin berkilah kenapa pegawai bisa jalan-jalan saat jam kerja. Disamping itu, Zainal berasumsi bahwa tidak mungkin perbuatan mesum dilakukan tergesa-gesa gesa karena diruangan itu banyak orang bolak – balik disana.

“Saya tidak percaya hal itu dilakukan dan tidak mungkin melakukan mesum  itu tergesa gesa. Kita ini laki-laki, tak mungkin melakukan tergesa – gesa,” pungkas Zainal Abidin.

Hal yang berbeda juga diungkapkan Pimpinan DPRD Kota Batam Nuryanto dan mengatakan bahwa, sampai saat ini belum ada bukti dan saksi yang melihat dugaan perbuatan mesum tersebut.

Nuryanto mengakui bahwa kabar itu didapatkan setelah wartawan Batampos memberitahukannya.
“Saya tidak tahu kabar itu sebelumnya kalau tak dikabari Welly,” kata Nuryanto, Selasa (7/8/2018) lalu diruang kerjanya saat konfrensi pers dengan media.

Menurut Nuryanto bahwa kedua staf honorer FD dan AM adalah bagian umum atau ” Pramusaji” di DPRD Kota Batam. Mereka tidak memiliki tempat ruangan dan bukan staf dari Wakil Ketua 1 Zainal Abidin. Pekerjaannya memang untuk menyajikan makanan dan minuman pada tamu yang datang berkunjung ke kantor DPRD. Tegas Nuryanto.

Setelah menyebarnya kabar itu, maka Sekwan memanggil kedua staf honorer  itu untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya namun mereka tidak mengakuinya.

Setelah keduanya tidak mengakui akan hal itu maka diambil bijaksana untuk menskorsing FD dan AM hingga waktu yang tidak ditentukan sampai bukti dan saksinya ada. Katanya.

Tim media ini terus mencari keberadaan kedua ” Pramusaji ” tersebut hingga mencari ke Tiban tempat tinggalnya. Namun saat disurvei ke alamatnya tidak ditemukan lagi disana.

Informasi yang didapat bahwa kedua “Pramusaji ” itu adalah keponakan dari dua anggota dewan aktif yang ada di
komisi III dan komisi IV dewan tersebut. (Tim)

Editor : Nikson Juntak

SHARE