Siapa “Pramusaji” Dugaan Mesum di Ruang Pimpinan DPRD Batam ?

142

TELISIKNEWS.COM,BATAM – Sesuai keterangan Kabag Humas DPRD Batam Taufik bahwa, tidak ada tamu atau kunjungan resmi dari DPRD lain dan secara khusus oknum anggota DPRD Kampar.

Bola liar pun diungkap langsung Zainal Abidin pemilik ruangan yang diduga menjadi tempat pelampiasan nafsu alias mesum dua staf honorer dan oknum anggota dewan Kampar. Saat dikonfirmasi, Senin (6/8/2018), Zainal Abidin membantah tidak mengetahui apa yang terjadi dalam kamar diruang kerjanya dan baru diketahui dari berita cetak maupun online.

Zainal meminta pada Sekretaris Dewan (Sekwan ) supaya mencari bukti dan saksi serta siapa yang memberikan informasi tersebut. Zainal Abidin juga berkilah dan lupa nama tamunya saat itu, karena ada tamu dari Kampar, Yogya dan Pekanbaru.

“Saya lupa nama tamu itu, memang ada yang dari Kampar, Yogya dan Pekanbaru,” kilah Zainal.

Kata Zainal, memang dirinya saat itu tidak ada di ruangan karena sedang ikut rapat Paripurna namun sekretaris ada disana sebanyak 4 orang. Untuk itulah mencari tahu siapa kedua staf honorer itu karena wilayah kantor ini ada kepalanya yaitu Sekwan.

Bukan itu saja, Zainal Abidin berkilah kenapa pegawai bisa jalan-jalan saat jam kerja. Disamping itu, Zainal berasumsi bahwa tidak mungkin perbuatan mesum dilakukan tergesa-gesa karena diruangan itu banyak orang bolak – balik disana.

“Saya tidak percaya hal itu dilakukan dan tidak mungkin melakukan itu tergesa gesa. Kita ini laki-laki, tak mungkin melakukan tergesa – gesa,” pungkas Zainal Abidin.

Hal yang berbeda juga diungkapkan Pimpinan DPRD Kota Batam Nuryanto dan mengatakan bahwa, sampai saat ini belum ada bukti dan saksi yang melihat dugaan perbuatan mesum tersebut.

Nuryanto mengakui bahwa kabar itu didapatkan setelah wartawan Batampos Welly memberitahukannya.
“Saya tidak tahu kabar itu sebelumnya kalau tak dikabari Welly,” kata Nuryanto, Selasa (7/8/2018) diruang kerjanya saat konfrensi pers dengan media.

Menurut Nuryanto bahwa kedua staf honorer FD dan AM adalah bagian umum atau ” Pramusaji” di DPRD Kota Batam. Mereka tidak memiliki tempat ruangan dan bukan staf dari Wakil Ketua 1 Zainal Abidin. Pekerjaannya menyajikan makanan dan minuman pada tamu yang datang berkunjung ke kantor DPRD. Tegas Nuryanto.

Setelah menyebarnya kabar itu, maka Sekwan memanggil kedua staf honorer  itu untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya namun mereka tidak mengakuinya.

Setelah keduanya tidak mengakui akan hal itu maka diambil bijaksana untuk menskorsing FD dan AM hingga waktu yang tidak ditentukan sampai bukti dan saksinya ada. Katanya.

Siapa sesungguhnya wanita FD dan AM sehingga berani masuk dalam ruangan pak Zainal..?

Dari penelusuran tim media ini, FD dan AM adalah pegawai honorer yang diterima kira -kira tahun 2014 silam. Sesuai dengan informasi dari Sekwan (Sekretaris dewan ) saat konfrensi pers diruang Pimpinan DPRD Batam Nuryanto.

Bukan itu saja, FD dan AM masuk menjadi staf honorer juga karena punya hubungan keluarga yang masih aktif sebagai wakil rakyat di gedung terhormat tersebut.

Penelusuran pun terus dilakukan tim, mencoba membuka salah satu FB atau Facebook terduga perbuatan mesum, tidak aktif lagi. Satu dari kedua staf honorer tersebut, ada yang berstatus janda dan mahasiswa di salah satu kampus kota Batam. (Tim)

Editor : Nikson Juntak