Kanim Batam Hanya Layani 225 Kuota per Hari Lewat WhatsApp

TELISIKNEWS.COM,BATAM -Membeludaknya antrian paspor online di kantor imigrasi (Kanim) berbagai cara dilakukan pemerintah dengan membangun sistem online sendiri.

Namun masih banyak pihak yang mengeluhkan sulitnya mengakses aplikasi maupun website imigrasi, bahkan antrian kerap penuh sampai beberapa bulan ke depan.

Telisik mencoba membuktikan kesulitan tersebut dengan mengakses sistem WhatsApp yang dimiliki Kantor Imigrasi Batam. Salah satu nomor WhatsApp yang kami miliki adalah dari Kanim Kelas 1 Kota Batam dengan nomor 082288862017.

Sesuai cara mendaftar yang diberikan dengan memasukkan nama#ttg lahir ( DDMM YYYY)#alamat sesuai ktp#. Dengan  cara ini sudah dikuti dan didaftarkan dari pukul 7.30 wib sampai pukul 16.00 wib.

Setelah proses ini dilalui, jawaban tidak langsung diterima. Sesuai yang sudah dicoba selama dua hari berturut – turut, jawaban baru dapat diterima setelah sore hari atau satu hari kedepannya.

Anehnya, jawaban dari WA Kanim ini berupa: coba lagi atau Mohon Ma’af… saat ini jumlah pemohon sudah terpenuhi. Silahkan melakukan pendaftaran ulang sesuai dengan format pada hari kerja (*Senin s/d Jum’at*) mulai pukul *07:30 s/d 16:00* !!
🇮🇩  IMIGRASI BATAM

Sementara, melalui panduan whatsApp tersebut ternyata masih panjang prosesnya. Setelah diterima masuk, pendaftar harus menunggu konfirmasi lanjutan untuk mendaftar E- Paspor dengan mengetik : E- Paspor #nama# tgl lahir( DDMMYYYY)#alamat sesuai e-KTP.

Dari pengalaman pendaftaran lewat WA ini, masyarakat hanya dimudahkan untuk mengakses dan memasukkan data tanpa datang antri ke Kanim Batam. Sementara proses akhirnya sangat lama dan lambat.

Ketika hal ini ditanyakan kepada salah seorang pegawai Kanim Batam dan mengatakan bahwa, yang daftar paspor ada ribuan orang setiap harinya.  Sedangkan kuota cuma 225 orang yang dapat diinput setiap hari, selebihnya harus mendaftar ulang lagi.

“Yang daftar ribuan orang setiap hari, sedangkan kuota cuman 225 orang saja dalam sehari,”tuturnya, Jumat (29/6/2018). (redaksi )

SHARE