4 Jam di Izinkan Dokter untuk Melihat Terakhir Kedua Anaknya, Evan dan Nathan Korban Bom Gereja St Maria

301

TELISIKNEWS.COM, SURABAYA – Evan dan Nathan, dua abang beradik korban bom di gereja Santa Maria Surabaya Jawa Timur meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi mama kedua anak tersebut. Niat baik membawa kedua putranya ke bait suci Allah untuk beribadah dan berdoa, namun ajal harus menjemputnya.

Kekejaman dan kesadisan orang -orang yang tidak bertanggung jawab dengan cara membabi buta melakukan serangkai bom di Tiga gereja, Evan dan Nathan menjadi korban atas kekejian mereka.

Disaat hari terakhir, mama almarhum Evan dan Nathan datang ke Adijasa dengan menggunakan ambulance sambil didorong pakai tempat tidur rumah sakit untuk melihat jenazah anak-anaknya TERAKHIR KALI sebelum dimasukkan ke dalam peti dan dikubur.

Isak tangis pecah karena kedua putranya harus pergi untuk selamanya karena korban bom. Sementara kondisi mama nya yang masih penuh luka karena terkena pecahan bom di perut dan kakinya, harus kembali lagi ke Rumah Sakit. Dan dokter hanya diberi waktu 4 jam untuk melihat anak nya, setelah itu harus kembali masuk RS.

Mama Evan dan Nathan selaku orang yang percaya pada Tuhan dan menyatakan : ia telah memaafkan pelaku bom yang sudah membunuh kedua anak nya dan yang melukai diri nya.

“Aku sudah memaafkan pelaku bom yang telah membunuh kedua kedua anakku dan yang melukaiku.,” ujar mama korban Evan dan Nathan seperti yang ditulis salah seorang nitizen dalam grup, Selasa (15/5/2018). Selamat jalan Evan dan Nathan Tuhan bersamamu di Surga (redaksi/net).