Kurangnya Perhatian Pemerintah Kepri pada Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

TELISIKNEWS.COM, BATAM – Perhatian pemerintah Kepulauan Riau terhadap siswa yang mempunyai kebutuhan khusus dinilai minim. Pasalnya, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri yang di wilayah Kepri dinilai masih sangat kurang.

Banyak penyandang tidak terekspose dan kurangnya fasilitas penunjang akselerasi kelompok berkebutuhan khusus. “Saat ini jumlah SLB Negeri di seluruh wilayah Kepulauan Riau hanya Tujuh unit. Padahal idealnya di satu kabupaten atau Kotamadya harus ada 2 unit sekolah,” ucap salah seorang pemerhati pendidikan SLB, Cypriana Situmorang SH, Selasa (15/5/2018).

Kondisi tersebut, kata Cypriana, mengakibatkan ada sebagian anak-anak yang berkebutuhan khusus ini tidak mendapatkan pendidikan karena sekolah tidak bisa menampungnya. Disamping itu, kurangnya tenaga pengajar dan tidak sebanding dengan jumlah murid.

Padahal, terang dia, banyak potensi yang dimiliki oleh anak-anak berkebutuhan khusus di Kepri secara khusus di Batam ini terutama di bidang keterampilan dan olahraga.

Selain minim pendidikan, perhatian pemerintah setempat terhadap kaum difabel itu sendiri juga dirasakan masih kurang. Bahkan, sarana atau fasilitas publik khusus untuk kaum difabel yang wajib disediakan oleh pemerintah sebagaimana aturan nyaris tidak ada.

“Pemerintah seharusnya memiliki kewajiban menyediakan sarana itu. Karena hampir tidak ada, banyak orang-orang yang berkebutuhan khusus di Batam mengalami kesulitan untuk berakselerasi dan berkaitivtas,” tuturnnya.

Nikson Juntak