Tangisan Tiga Anak Korban Kecelakaan di Bukit Daeng Mengantarkan ke Pemakaman

1592

TELISIKNEWS.COM, SIANTAR – Detik -detik terakhir dalam prosesi penguburan St. Jhonson Sitorus dan Lisda Purba, korban kecelakaan di pinggir jalan bukit Daeng-Tembesi Kota Batam, Jumat (27/4) lalu.

Kesedihan dan tangisan keluarga secara khusus tiga anak almarhum pada saat jenazah sudah diturunkan ke liang lahat. Mereka seakan belum siap menerima kenyatan pahit ini, bahkan tak kuasa menahaan tangisan saat tanah mulai menutupi peti kedua orangtuanya.

“Pak…Mama …..selamat jalan. Kami anak- anakmu sangat sayang pada kalian berdua. Mengapa secepat itu, kami ditinggalkan,” kata Endang (11 Thn) anak sulung korban, saat pemakaman di Tanah Jawa -Siantar Sumatera Utara, Senin (30/4/2018).

Endang (11) masih terus mamanggil kedua orang tuanya, tangisnya pun pecah saat peti Bapa dan Mama nya mulai tidak terlihat lagi. Pa……Ma….saya bentar lagi mau ujian, mengapa harus seperti ini yang kami terima.

“Doa kan Endang ya Mak, mau ujian” pintanya dengan tangisan.

Suasana semakin sedih, dimana orang tua kedua korban terus menangis memanggil nama anak dan menantunya.

“Sakit sekali anak ku, sedih kali oh Tuhan kenapa musibah ini harus terjadi,” teriak ibu korban.

Diakhir acara sebelum diberangkatkan ke pemakaman, ketiga korban menyanyikan lagu rohani sebagai bentuk perpisahan dengan kedua orang tuanya. Dalam lirik lagu yang mereka nyanyikan bahwa, Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan, jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri.

Almarhum meninggalkan 3 orang anak, sulung bernama Endang Nadya Rismawati Sitorus (kelas 6 SD), Alwina Ester Sitorus kelas 4 SD dan Rikardo Juaris Saputra Sitorus masih TK. ( Eric)

editor: Nikson Juntak.